08 Mei 2008

Perfume - the story of murderer

Penerbit: Dastan Books – Pustaka Zahra

Ini kisah fiksi tentang kehidupan Jean-Baptiste Grenouille pada pertengahan abad ke-18 yang dibagi dalam 4 bagian. Bersetting kota-kota di Perancis. Pada masa itu, menurut novel ini, kota-kota disesaki oleh aroma busuk di setiap penjurunya. Dan manusia-manusianya memiliki hidung yang sudah tumpul terhadap bau busuk. Bagian pertama dimulai saat kelahiran Grenouille. Ia dilahirkan di tempat dengan aroma terbusuk di Paris. Dilahirkan dan ditinggalkan oleh ibunya di sebuah kedai ikan. Grenouille lantas diserahkan ke seorang ibu susu atas jaminan gereja. Sang ibu susu tidak tahan dengan kerakusan Grenouille saat menyusu dan merasa tidak nyaman dengan keanehan si bayi yang sama sekali tidak berbau. Grenouille kemudian dibuang ke rumah penitipan milik Madame Gaillard. Ketika sudah cukup besar ia diserahkan ke Monsieur Grimal untuk bekerja sebagai buruh murah di penyamakan kulit miliknya.

Grenouille memang manusia yang tidak biasa. Meskipun badannya sama sekali tidak berbau, tapi dia memiliki daya penciuman yang sangat tajam. Hidungnya mampu mencium bau yang sangat samar yang datang dari kejauhan. Dan seiring dengan waktu ia mulai memilah-milah setiap aroma yang ia kenali. Hingga pada suatu saat dia menemukan bahwa aroma paling hebat adalah aroma yang memancar dari tubuh seorang gadis perawan. Dengan keahliannya dalam memilah aroma, dia kemudian bekerja sebagai asisten seorang ahli parfum terkenal Giuseppe Baldini. Baldini sejatinya nyaris bangkrut, tapi dengan kehadiran Grenouille yang berhasil menciptakan parfum2 baru dengan aroma yang sangat hebat, bisnisnya pun berjaya lebih dari sebelumnya. Dan pada satu titik, Grenouille memutuskan untuk pergi mencari pengetahuan lebih lanjut tentang dunia aroma.

Bagian kedua diawali dengan Grenouille yang muak dengan bau manusia. Begitu muaknya hingga ia memutuskan untuk mengucilkan diri yang sama sekali tidak pernah tersentuh manusia. Selama tujuh tahun penuh ia tinggal di gua dengan hanya bergantung pada alam untuk menikmati kemurnian aroma alam. Di tahun ketujuh ia memutuskan untuk kembali ke kehidupan manusia. Dianggap sebagai manusia gua yang terlantar, ia diselamatkan oleh Marquis de la Taillade Espinasse dan dijadikan obyek penelitian ilmiahnya.

Bagian ketiga, Grenouille berkelana ke kota Grasse, kota yang dikenal sebagai pusat pembuatan parfum di Perancis. Ia kemudian bekerja sebagai asisten pembuat parfum Madame Arnulfi. Teknik2 pembuatan parfum baru ia pelajari dari seorang ahli disini. Teknik menyerap aroma dari benda-benda hidup. Di kota ini kembali ia terpikat dengan aroma seorang gadis perawan yang sedang mekar. Berbekal segala pengetahuannya tentang pembuatan parfum dari berbagai aroma, dia berencana membuat parfum dengan mengambil aroma dari para gadis perawan.

Coretankoe:
Mendengar judul "Perfume" mungkin yang terbayang adalah novel berjenis chicklit. Judul itu memang cocok banget buat judul chicklit yang bercerita tentang wanita-wanita modis dengan berbagai pilihan parfum untuk memikat sekitarnya. Lalu bagaimana dengan judul "The Story of a Murderer"? Yang melintas tentunya kisah tentang rumitnya pemecahan kasus yang melibatkan serangkaian pembunuhan. Tapi...ternyata buku ini bukan kisah tentang para wanita gaya nan modis yang dikelilingi aneka parfum, juga bukan sebuah kisah tegang dan rumit tentang perburuan seorang pembunuh. Ini adalah kisah kehidupan seseorang yang sangat ahli dalam hal pengenalan dan penciptaan aroma.

Membaca buku ini terasa seperti membaca kisah tentang kehidupan makhluk2 yang berwujud manusia tapi bukan manusia, karena banyaknya perbedaan2 yang mendasar. Tapi ada bagian yang menarik dari novel ini. Detil-detil dalam proses pembuatan parfum dari berbagai macam bahan disampaikan dengan lengkap dan cerdas. Proses perpaduan aneka aroma, proses penyulingan essence, proses penyerapan aroma menggunakan minyak dan lain-lain cukup menyita perhatian. Dan patut diakui juga bahwa daya khayal sang penulis sangatlah hebat. Dia mampu menciptakan dunia baru yang berbeda dari dunia manusia biasa hingga ke detil-detilnya.

Ada satu yang paling aku suka dari buku ini, pembatas bukunya... keren euy dan …ternyata…filmnya juga keren.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar