05 Mei 2008

Dari Penjara Taliban Menuju Iman

Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata Yvonne Ridley, seorang wartawati asal Inggris yang pernah mengejutkan dunia ketika dikabarkan ditangkap oleh tentara Taliban di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Dia ditangkap saat melakukan reportase dalam penyamaran menjelang serangan Amerika Serikat dan para sekutunya terhadap Afghanistan pada akhir 2001.

Pengalamannya menjadi tahanan Taliban yang digambarkan sebagai rezim yang paling sadis di muka bumi ini sangat membekas dalam kalbunya dan mengubah jalan hidupnya. Di luar dugaan orang, selama dalam tahanan,Yvonne mendapat perlakuan yang baik dari penguasa Taliban. Secara mental memang ia menderita dan harus melalui jam-jam interogasi yang melelahkan. Apa yang dialaminya menyadarkannya bahwa orang-orang Taliban tak seseram yang diberitakan oleh media-media barat.
Beberapa saat sebelum dibebaskan ia didatangi oleh seorang Mullah yang menanyakan agama Yvonne dan apa pendapatnya tentang Islam. Dengan tegas ia mengatakan bahwa ia adalah penganut Kristen Protestan dan Islam menurutnya adalah agama yang memesona dan dia mengagumi para pemeluk agama Islam yang memiliki gairah yang luar biasa terhadap keyakinan mereka. Yvonne juga menambahkan bahwa ia berjanji akan mempelajari dan mencari tahu banyak soal Islam setelah kembali ke London. Yvonne, menepati janjinya. Sekembalinya ke Inggris, ia mulai mempelajari Al-Quran dan bertanya pada orang-orang yang mengenal Islam.
Dua tahun kemudian, Yvonne yang sebelumnya hidup secara sekuler dan penganut hidup bebas ini menyatakan diri masuk Islam. Setelah memeluk Islam kehidupan Yvonne berubah total. Pandangan-pandangannya terhadap Islam mulai berubah. Ia menata kembali kehidupannya dan menemukan jalan baru, yaitu sebagai pembela Islam sesuai dengan kapasitasnya sebagai jurnalis. Ia berhenti dari The Sunday Express dan bekerja untuk Al-Jazeera dan beberapa media Islam lainnya. Kini ia dikenal luas sebagai seorang kolumnis yang vokal dalam membela Islam dan mencoba membebaskan belenggu Islamofobia yang melanda dunia Barat saat ini. Buku ini ditulis dengan simpel.
Kalimat-kalimat yang digunakan Anton sederhana dan enak untuk dibaca sehingga menggiring pembacanya untuk terus membaca buku ini hingga habis. Hal ini juga didukung oleh penampilan buku ini yang terkesan simpel disertai beberapa foto pendukung yang membuat pembaca betah untuk menelusuri kehidupan Yvonne Ridley. Selain kisah kehidupan dan ziarah batin Yvonne dalam menemukan keyakinan barunya, pembaca juga akan mendapat banyak informasi mengenai lanskap Afghanistan, beserta perilaku tentara-tentara Taliban yang tidak sekeji yang diberitakan mediamassa.
Walau buku ini banyak mengungkap kisah beralihnya keyakinan seorang perempuan Barat menjadi muslimah dan berisi berbagai pandangan-pandangan Islam menurut kacamata Yvonne Ridley sebagai seorang pembela Islam di barat. Bukan berarti buku ini adalah sebuah ‘buku dakwah” yang hanya ditujukan kepada pembaca Muslim. Buku layak dibaca siapa saja. Anton Kurnia dalam kata pengantarnya mengatakan bahwa “Kisah hidup Yvonne Ridley mengandung hikmat universal yang bisa dimaknai oleh siapa pun yang mau membacanya”
Setidaknya kisah kehidupan Yvonne Ridley bisa menjadi contoh bagaimana jalan hidup seseorang sesungguhnya susah ditebak. Siapa yang menyangka jika Yvonne yang dahulu ini hidup secara bebas, gemar berpesta, akrab dengan rokok dan alkohol ini bisa berubah menjadi seorang pembela Islam yang gigih. Bukan pilihan yang tanpa resiko, selain mendapat tantangan dari keluarga dan teman-temannya. Yvonne juga harus menghadapi pandangan masyarakat di negaranya akan citra Islam yang selalu dicurigai dengan berbagai hal yang negatif.
Kegigihan dan keberanian Yvonne dalam membela keyakinnya di tengah arus yang berlawanan bisa juga menjadi inspirasi bagi siapapun yang berjuang untuk membela keadilan, bagaimanapun caranya, dimanapun, dan sesulit apapun keadaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar