Penulis : Roald Dahl Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Charlie bukan anak orang kaya. Bahkan, ia akan sangat beruntung jika bisa makan dua kali sehari. Rumahnya saja sangat reot, dan miring seperti menara Pisa di Italia. Tapi, di hari-hari mendatang keberuntungan akan menghampiri Charlie.
Buku ini penuh dengan pesan moral, tapi cara menuturkannya begitu menyenangkan dan penuh imajinasi. Anak-anak pun diajak berpetualang dalam fantasi mereka, yaitu...Petualangan di Pabrik coklat.
Ada sebuah pabrik coklat terkenal di dunia. Pabrik itu milik Willy Wonka. Selama bertahun-tahun, pabrik ini tutup karena resepnya pernah dicuri beberapa pekerjanya yang kemudian menjualnya pada pabrik lain. Wonka memutuskan untuk menutup pabriknya dan memecat semua pegawainya, termasuk Joe.
Joe punya cucu bernama Charlie, anak yang sangat baik hati. Ayah ibu Charlie bukan orang kaya. Mereka bahkan cuma tinggal di sebuah gubuk miring, yang sudah reot. Di dalam gubuk itu, tinggal juga kedua pasang kakek dan nenek Charlie. Begitu miskinnya kehidupan keluarga Bucket ini hingga setiap malam mereka cuma menyantap semangkuk sup kol. Tapi, kemiskinan tak membuat keluarga ini susah. Rumah kecil itu bahkan begitu penuh dengan cinta dan kebahagiaan.
Setiap malam, Charlie melihat pabrik Wonka dari jendela kamarnya. Beberapa hari ini, pabrik itu kembali berproduksi. Charlie heran karena ia tak pernah melihat satu manusia pun keluar dan masuk pabrik tersebut. Lalu, siapa yang menjalani mesin yang ada di sana? Seribu pertanyaan ada di benak Charlie, tapi bagaimana ia bisa mengetahui jawabannya?
Satu hari, Willy Wonka membuat pengumuman. Ia akan membuka pabriknya yang terkenal dan “seluruh rahasia di dalamnya” hanya pada lima anak yang beruntung. Keberuntungan mereka ada pada sebungkus coklat yang telah disisipi tiket emas. Charlie berharap ia bisa menjadi anak yang beruntung. Tapi, apa daya, ia hanya bisa mendapatkan coklat setahun sekali, cuma di hari ulangtahunnya. Kesempatannya begitu kecil. Sementara itu, empat tiket telah didapat oleh empat anak. Pertama, Agustus Gloop yang rakus. Lalu, ada Veruca Salt, anak orang kaya yang sangat manja dan selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Violet Beauregarde, juara mengunyah permen karet yang gemar mengoleksi trofi, juga mendapatkan kesempatan. Terakhir adalah Mike Teavee, yang menganggap dirinya paling pintar dibanding yang lain.
Kesempatan Charlie meredup tatkala kado ulangtahunnya, sebatang coklat Wonka, ternyata tidak memberinya tiket emas. Bahkan, tabungan kakeknya pun tak mampu memenuhi cita-cita Charlie. Namun, keberuntungan tetap keberuntungan. Satu hari, Charlie menemukan uang di jalan. Ia langsung membelikan coklat, dan tiket emas ada dalam coklat tersebut. Bergabunglah Charlie bersama empat anak lainnya dalam petualangan di pabrik coklat.
Pokoknya ceritanya seru banget. Dan....ternyata buku ini ada kelanjutannya lho...charlie and the great glass elevator!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar