
Buku yang ditulis oleh Y.B. Mangunwijaya ini merupakan sebuah trilogi. Terdiri atas Roro Mendut, Gendhuk Duku, dan Lusi Lindri.
Roro Mendut adalah seorang perempuan cantik yang hidup pada zaman Kesultanan Mataram abad ke-17. Dibesarkan di dusun Telukcikal, kampung nelayan pantai utara Jawa, Mendut tumbuh menjadi gadis yang trengginas dan tak pernah ragu menyuarakan isi pikirannya. Kecantikannya memukau semua orang, termasuk Tumenggung Wiroguno yang sangat berkuasa saat itu.
Roro Mendut, adalah perempuan rayahan yang menolak diperistri oleh Tumenggung Wiroguno demi cintanya kepada Pranacitra. Namun, Roro Mendut bukanlah wanita yang lemah. Dia berani menolak keinginan Wiroguno yang ingin memilikinya. Ternyata, penolakan Roro Mendut untuk diperistri oleh Tumenggung Wiroguno menjadi awal bencana bagi kehidupannya. Ia dihadapkan pada banyak teror, intimidasi, bahkan benturan hukum dengan pasal berlapis-lapis.
Wiroguno yang murka mengharuskan Roro Mendut untuk membayar pajak kepada kerajaan. Roro Mendut pun harus berpikir panjang untuk mendapatkan uang guna membayar pajak tersebut. Sadar akan kecantikannya dan keterpukauan semua orang terutama kaum lelaki kepadanya, akhirnya dia tiba pada suatu ide untuk menjual rokok yang sudah pernah dihisapnya dengan harga mahal kepada siapa saja yang mau membelinya.
Akhirnya…Roro mendut, yang sosoknya dianggap menyimpang dari tatanan di lingkungan istana di mana perempuan diharuskan bersikap serba halus dan serba patuh....mati.... bersama Pranacitra demi cinta mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar