Penulis : Butet Kartaredjasa
Penerbit : Kitab Sarimin, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, November 2008
Cetakan : Pertama, November 2008
Tebal : xxiv +286 halaman
Buku Presiden Guyonan merupakan kumpulan tulisan Butet dalam rubrik khusus bernama Celathu yang disiarkan setiap hari Minggu di harian Suara Merdeka, Semarang, Jawa Tengah, sejak September 2007. Tulisan itu sketsa sosial yang membidik kenyataan secara jenaka dan penuh sindiran khas Butet.
Soal bicara yang nyikut sana nyikut sini, Butet Kartaredjasa biangnya. Banyak orang dibuat jantungan dan sakit hati, tapi lebih banyak lagi yang terpingkal-pingkal oleh cocot kencono alias ”mulut tak ternilai” pria yang tak lulus kuliah ini.
Kok, memilih judul itu? ”Ketimbang jadi presiden beneran yang keputusannya jadi guyonan, mending jadi presiden guyonan sekalian. Malah bisa menghibur,” kata Butet. Dia sudah pernah menjadi Presiden di acara Republik Mimpi, yang sempat diputar sebuah televisi swasta. Hitung-hitung, dua kali sudah Butet menjadi ”presiden”.
Soal bicara yang nyikut sana nyikut sini, Butet Kartaredjasa biangnya. Banyak orang dibuat jantungan dan sakit hati, tapi lebih banyak lagi yang terpingkal-pingkal oleh cocot kencono alias ”mulut tak ternilai” pria yang tak lulus kuliah ini.
Kok, memilih judul itu? ”Ketimbang jadi presiden beneran yang keputusannya jadi guyonan, mending jadi presiden guyonan sekalian. Malah bisa menghibur,” kata Butet. Dia sudah pernah menjadi Presiden di acara Republik Mimpi, yang sempat diputar sebuah televisi swasta. Hitung-hitung, dua kali sudah Butet menjadi ”presiden”.
Tulisan Butet semangkin dibolak-balik halamannya semangkin enak dinikmati. Apalagi kalau kita punya perbendaharaan kata bahasa Jawa yang memadai, karena tiba-tiba banyak kata bahasa Jawa yang masuk secara slonong-boy. Hal ini bisa membuat sewot untuk yang tak paham bahasa Jawa. Tapi itu soal kecil, di halaman belakang telah disediakan “Kamus Mini” bagi pembaca yang kesulitan mencerna terminologi yang ada di dalam seluruh tulisannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar