12 Juni 2008

Female Undercover



Penerbit: Dastan Books

“Jika seorang pria telah pernah pergi ke tempat seperti ini (klub streaptease-ed) dan mengakuinya, ia telah cacat di mata pasangannya. Dan, jika ia mengakui menikmati hal tersebut, ia akan semakin ternoda. Itulah sebabnya para pria yang kutemui tak pernah jujur pada pasangannya mengenai hal-hal yang berbau cabul atau apa yang dilakukannya untuk mendapatkan….”

Itu kutipan dari buku terbaru yang sekarang ini sedang laris, dan katanya menuai banyak pujian dari para kritikus buku. Female Undercover, kisah nyata petualangan si penulis
Norah Vincent saat menyamar menjadi seorang pria. Norah, melakukan penelitian untuk kepentingan buku yang ditulisnya ini. Untuk menyempurnakan penyamarannya, ia memotong rambutnya jadi cepak, memasang kumis tipis dan jenggot palsu, membesarkan otot di gym, menjepit dadanya pakai bra sport agar terlihat rata, dan agar lebih sempurna Norah memasang penis palsu!
Buku ini serius, tapi juga lucu. (walopun di coretan terdahulu aku sempet bilang bahwa buku ini garing dan males nerusin baca. Tapi ternyata, setelah dipaksain untuk terus baca ternyata asik juga koq)

Yang paling seru ketika ia menceritakan pengalamannya nongkrong di klub striptease (God! She’s so straight talking, bikin kita terkaget-kaget :p~). Norah juga berkencan dengan para wanita, dan dalam buku ini dia mengaku kalau dia bukan seorang heterokseksual, sometimes setelah ia membuka kedoknya di depan para teman kencannya, para wanita itu masih mau lanjut dengannya. See…??

Ketika Ned (Norah) pertama kali menjajal kemampuannya sebagai lelaki, ia mencoba mengajak kenalan cewek di bar. Tapi dia langsung mengalami penolakan yang membuatnya sakit hati. Teman lelakinya memberi nasehat, “Penolakan adalah hal yang biasa dialami lelaki.” Seorang lelaki yang kau lihat sering gonta-ganti pacar, sebenarnya itu adalah 10% hasil dari pendekatannya terhadap wanita, sementara 90% lagi adalah penolakan.

Diakhir cerita, ada dua pelajaran yang dapat dipetik. Pertama, kita bisa melihat rahasia penting cara pria dan wanita menjalin komunikasi, dan kode yang tak terucapkan soal pengalaman kaum lelaki. Kedua, Ned telah membuka mata pembaca bahwa "pengetahuan" tentang perbedaan sosial antara kedua gender itu nyaris tak dapat ditepis. Buku ini akan "membuka mata" kaum wanita untuk mengenal kehidupan pria.

Penasaran ga? Beli aja bukunya yach……

2 komentar:

  1. Permisii... mau ninggalin pesen di shoutbox, tp ga bisa. Jadi disini aja ya. Aku pinjem buku princess duong.. boleh ga..? boleh ya.. hehe

    BalasHapus
  2. Ok dech. Insya Allah besok kubawa yach.

    BalasHapus